Loading...Loading...

Liputan DRAWMA_ RURU Gallery

01

PENGANTAR

Pada pameran yang kedua di 2010 ini, RURU Gallery mengundang 3 seniman perempuan yang selama ini telah menekuni seni gambar dan mengembangkan karya drawing-nya. Masing-masing memiliki gaya dan kecenderungannya sendiri untuk melakukan eksplorasi seni gambar ke berbagai medium. Latar belakang pendidikan dan pekerjaan mereka terlihat sangat mempengaruhi karya-karya mereka. Ketiganya sebelumnya menjalani pendidikan seni rupa di jurusan yang berbeda-beda (Seni Grafis, Desain, Kriya), dan kini sehari-hari mereka bekerja di bidang yang merupakan perpanjangan dari bidang keilmuannya masing-masing.

Sangat penting bagi saya dalam catatan ini untuk memperkenalkan latar belakang disiplin ilmu dan konteks zaman dari keberadaan 3 seniman ini, agar siapapun yang nanti melihat karya mereka dapat mengetahui hal-hal apa yang melatarbelakangi karya-karya yang dipamerkan ini.

Marishka, Eunice dan Monica, tinggal dan bekerja di Jakarta. Seperti umumnya seniman-seniman yang tinggal di kota besar di masa sekarang, sebagian besar harus hidup di “dua dunia’. Didunia yang pertama, untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka bekerja sebagai pendesain dengan menjual jasa kemampuan dan pengetahuannya untuk desain industri yang melayani kepentingan komersial. dan sekaligus menjadi dunia yang membuat mereka dekat dengan kebudayaan populer dan memiliki akses terhadap arus informasi terkini dari negara maju yang menjadi kiblat model desain industri dunia. Di “dunia kedua”, mereka pada waktu senggangnya bekerja membuat karya seni untuk tetap terus secara intens ‘mengeluarkan” gagasan-gagasan dan ekpresi artistiknya. Pengalaman estetika yang mereka dapat dari bekerja di dalam “dua dunia” ini masing-masing turut berpengaruh dalam menentukan metode kerja dan juga tentunya pemilihan medium karya. Persinggungan hidup mereka diantara dua dunia ini menjadi latar nyata bagi posisi seniman di masa sekarang. Dan dalam pameran ini ketiganya mengangkat “drama” kehidupannya masing-masing untuk diceritakan melalui seni gambar.

Marishka Soekarna, lulusan jurusan Seni Grafis FSRD Institut Teknologi Bandung, saat ini tinggal dan bekerja di Jakarta sebagai art director di biro iklan. Ia juga pernah bekerja sebagai illustrator majalah.. Ia membuat karya gambar dengan menggunakan gaya ilustrasi pada cerita pendek atau buku cerita. Gambar-gambarnya seperti corat-coret dalam diary yang mengandung cerita personal keseharian, namun menampakkan kesan surealis.
Marishka, yang belajar di jurusan Seni Murni, membawa perangai disiplin ilmunya dalam melakukan eksplorasi karya. Lewat karya seni gambarnya ini, Marishka menceritakan kesehariannya yang sifatnya personal dengan gaya surealis. Inilah yang menjadi kekuatan sekaligus signature dari karyanya. Pemilihan tema, medium dan ekspresi yang dihasilkan dari setiap gambarnya memberikan sebuah suasana tersendiri yang mampu memperlihatkan personalitasnya. Tema yang ganjil, pemilihan obyek, penggunaan garis sederhana yang menghasilkan bentuk tak lazim, ditambah juga pemilihan medium seperti cover buku bekas sebagai bidang gambar, membuat karyanya mampu menampilkan sebuah “kepribadian” akan suatu karya seni gambar yang memancarkan atmosfir surealis. Kebanyakan karyanya juga diimbuhi teks-teks yang punya makna kontradiktif dari obyeknya sehingga semakin menghadirkan suasana yang ganjil. Serupa penggunaan teks yang ada pada karya Magritte, dan karyanya juga menceritakan kisah personal seniman-nya seperti yang juga dilakukan Kahlo.

Pink Girl Go Wild a.k.a Eunice Nuh Tantero, lulusan jurusan Desain Komunikasi Visual FSRD Universitas Trisakti, Jakarta. Setelah lulus ia tinggal dan bekerja di Jakarta sebagai graphic designer untuk majalah anak muda dan juga kerap menyelenggarkan acara musik dan pameran seni rupa. Sekarang ini bekerja sebagai creative director di sebuah biro komunikasi yang dimilikinya sendiri, biro usaha ini banyak menangani jasa desain komunikasi visual dan promosi. Karya gambarnya dimulai dari membuat desain karakter yang kemudian diaplikasikannya ke berbagai macam produk seperti toys, kursi, wall paper, dan digital print. Gambar-gambarnya menyerupai imajinasi dunia anak kecil dan sekaligus dekoratif.
Eunice, dengan latar belakang pendidikan jurusan Desain, membawa prinsip kerja desain dalam karyanya. Diawali dari membuat sebuah rancangan karakter yang kemudian diaplikasikannya ke berbagai medium. Berpola, repetitif dan dekoratif, seperti dalam sebuah proses kerja aplikasi desain.. Karya gambarnya cenderung bermain-main pada komposisi desain untuk menampilkan karakter yang dibuatnya ke berbagai bidang datar dari mulai 2 dimnsi, 3 dimensi hingga karya instalasi. Tidak ada tema khusus yang diangkat dalam karyanya, tapi Eunice membawa kegembiraan imajinasi kanak-kanak dalam karyanya. Hal ini yang menjadi ciri dari karya gambarnya. Eunice mengangkat ruang imajinasi kanak-kanak dalam nelakukan eksplorasi. Ia membuat sebuah ruang imajinatif dengan karakter-karakter yang diciptakannya.

Monica Hapsari, lulusan jurusan Kriya Tekstil FSRD Institut Teknologi Bandung, kini ia tinggal di Jakarta, bekerja di dunia fashion dan majalah sebagai fashion stylist dan juga illustrator. Karya gambarnya banyak dipengaruhi oleh dunia fashion, seperti gambar-gambar yang diambil dari sesi-sesi pemotretan dalam majalah fashion, dan secara imajinatif Monica mampu membawa sensasi dunia fashion ke dunia seni murni.
Monica, dari jurusan Kriya, membawa kecintaannya pada dunia fashion ke dalam karya gambarnya. Gambarnya banyak menggunakan tehnik cat air di atas permukaan kertas. Apa yang nampak dari karya Monica adalah semacam impresi-impresi yang diambilnya dari glamour-nya dunia fashion. Ia tampilkan kembali lewat karya seni gambar seperti bagaimana layaknya fotografi membekukan momen. Dan lewat seni gambar, Monica membawa kita untuk menikmati momen imajinatif ini.

Jakarta, April 2010
Indra Ameng
Kurator

02

03

04

05

06

07

08

09

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

Write a comment